mlm atau konvensional?
Merchant of Deception
“The difficulty is that a counterfeit initially looks so good and feels so good that one rarely suspects something is wrong. Only when the counterfeit is examined and compared with the real thing does the counterfeit become apparent.
By then it’s often too late…” *
By: John Ankerberg and John Weldon
Indonesia sedang marak dengan praktik bisnis MLM. Produk yang d tawarkan juga berupa-rupa, mulai dari aksesoris wanita sampai dengan alat pijat elektronik. MLM d Indonesia mempunyai sebuah wadah bernama APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Konsep MLM berbentuk direct selling, jaman dahulu kasar na sih, sales keliling.
Sekarang praktik MLM semakin berkembang dalam konsep bisnis na. Berbagai macam jenis support system d kembang-biakkan, hal ini bertujuan untuk menarik calon member dan memperluas jaringan. Sial na, banyak orang yang telah sadar akan ketidak-stabilan sistem MLM. Reputasi MLM yang sedemikian buruk d mata banyak orang membuat para praktisi MLM mengembangkan trik-trik lain demi menarik orang supaya mau bergabung.
Sekali lagi saya tekankan d sini bahwa saya bukan praktisi MLM, atau seorang ahli keuangan yang mampu memecah dan menganalisa sistem sedemikian rinci. Saya hanya orang awam yang punya prinsip kuat bahwa dengan kerja keras dan praktisi ilmu, kesuksesan dan impian-impian dapat tercapai, sesulit apapun, pasti bisa tercapai.
Dan sebagai orang awam pula saya sering mendapat tawaran dan ajakan dari berbagai MLM. Karena ketertarikan akan sebuah produk, akhir na sayapun menjadi member, dengan tujuan supaya dapat membeli produk tersebut dengan harga lebih murah. Memang, saya kemudian d tawari untuk ikut mengembangkan jaringan, cuma manusia kuper seperti saya tentu mempunyai kesulitan dalam menjaring downline ya, hehehe. Saat ini produk tersebut sudah saya hentikan pemakaian na, karena harga na sangat mahal. Saya pikir, lebih baik saya mengkonsumsi produk generik saja, atau mempersehat diri dengan cara alamiah saja.
OK, enough chit chat, yang saya ingin ungkapkan d sini adalah cara mengenali trik-trik awal dari ajakan bergabung sebuah MLM, juga berbagai sanggahan dan kontradiksi yang mungkin dapat mempengaruhi pikiran Anda.
Kawan lama, yang sudah sekian waktu tidak pernah ada kontak tiba-tiba menghubungi Anda dan mengajak bertemu untuk membicarakan masalah bisnis. Atau tiba-tiba email Anda d kunjungi oleh spam tawaran kerjasama bisnis dari orang yang tidak Anda kenal. Anda salah klik link dari sebuah website atau email, dan secara tidak sengaja menemukan website ajakan bisnis spektakuler. Begitu banyak intrik-intrik yang d lakukan oleh praktisi bisnis sehingga kadang kita kurang menyadari bahwa sebenar na kita sudah tertarik k dalam pusaran bisnis tersebut. Cara-cara tersebut yang paling umum d lakukan oleh para praktisi MLM.
Salahkah praktik MLM?
Setiap bisnis mempunyai kelemahan dan keuntungan. Usaha konvensional tentu juga mempunyai berbagai flaw (kekurangan) dalam praktik na. Perhatikan d sini, bahwa terkadang jalan pikiran praktisi MLM mudah menyama-ratakan jenis bisnis konvensional, direct selling, bahkan menutupi kenyataan bahwa praktik MLM sudah condong k arah skema piramida (pyramid scheme). Lucu, banyak juga praktisi MLM yang menyanggah bahwa keberadaan MLM sama saja seperti keberadaan perusahaan-perusahaan besar berantai (chain industry), padahal sudah jelas perusahaan-perusahaan tersebut memiliki struktur organisasi yang jelas, mulai dari pemimpin perusahaan sampai dengan buruh/bawahan.
IMO, perusahaan MLM tidak salah apabila tetap mengikuti jalur kode etik yang telah d terapkan dan d setujui dari awal. Beberapa d antara na yaitu lebih mengutamakan distribusi produk, bukan perekrutan manusia. Jadi apabila ada perusahaan MLM yang berusaha mendekati Anda, pintar-pintarlah memilah, mana yang modus operandi na adalah menekankan penjaringan downline atau pemasaran produk.
Memilih jenis usaha, baik konvensional atau MLM sama-sama mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Buka hati dan pikiran lebar-lebar, jangan mudah termakan mimpi atau janji belaka. Karena akhir-akhir banyak terjadi d depan mata saya, begitu banyak orang-orang yang menginginkan pendapatan tinggi dan lalu dengan mudah na terjebak k dalam sebuah usaha yang sebenar na semu. Jangan tunggu sampai kata ‘menyesal’ datang dalam hati Anda.
July 1, 2008 at 10:23 pm
why this one not in english?
September 3, 2008 at 10:15 am
MLM mendingan dihapusin aja dari muka bumi…