manusia bebal

Akhir-akhir ini saya banyak ‘bertemu’ dengan manusia-manusia bebal. Definisi manusia bebal d sini adalah seseorang yang d berikan pendapat, masukan, kritik, dengan tujuan baik yaitu demi kemajuan diri na sendiri, tetapi yang bersangkutan tidak menerima hal-hal tersebut. Bahkan, untuk merenungi sepintas saja arti sebuah pandangan netral (objective point of view) tidak dapat d lakukan.

Sebuah kritik, saran, opini yang d terima tentu saja d lontarkan dengan sebuah tujuan. Memang banyak orang yang melempar kritik dengan cara pedas, atau melambungkan opini dengan tajam, dan mungkin hal-hal tersebut sukar d terima oleh telinga yang tertuju.

Kebanyakan orang-orang bebal akan langsung bersikap defensif terhadap prinsip yang d pegang na. Berbagai hal yang mempengaruhi prinsip baik internal (kekerasan kepala, istilah na) maupun eksternal (pengaruh dari narkoba, misal na), menjadi sebuah dogma dan tidak dapat d ganggu gugat. Bagi orang-orang seperti ini, saya menyebut na sebagai bebal akut

Saya pribadi berkali-kali menghadapi kebebalan yang d lakukan oleh orang-orang sekitar saya, yang kebetulan saya cintai (anggota keluarga atau teman). Dalam proses menghadapi mereka, sifat saya yang cenderung compassionate terkadang membuat hati saya lelah.

Karena terlalu sering lelah hati, akhir na saya memutuskan untuk bersikap lain, yaitu dengan membiarkan saja yang bersangkutan untuk bertindak sesuai keinginan (going with the flow). Alasan saya melakukan hal seperti ini adalah untuk menjaga hubungan baik, dan saya juga mencoba untuk meletakkan posisi saya pada posisi yang bersangkutan. Saya juga berpegang pada filosofi lama yaitu:

Sekeras-keras na sebuah batu, apabila setiap hari ada setetes air yang terus menerus jatuh d tempat yang sama, akhir na batu tersebut akan terkikis.

Dalam kasus ini, saya hanya bisa menawarkan comfort dan tempat curhat bagi mereka. Kadang pelan-pelan saya selipkan saran-saran juga, sebisa mungkin tidak memacu mereka menjadi defensif. Kesabaran memang menjadi kunci paling utama dalam hal ini. Jangan pernah menyerah untuk menyadarkan orang-orang yang kita cintai, jangan biarkan mereka menciptakan jurang pemisah.

Someday, your hard work will pay off.

2 Responses to “manusia bebal”

  1. Sis… kalo gw sih ya…
    gw gak peduli orang lain itu mo bebal ato nggak, selama kebebalannya tidak berakibat buruk bwt bangsa…
    Tapi kalo sampe menipu dan mencuciotak bangsa kita, itu namanya dah keterlaluan…
    yah.. sama2 kita ketahui, penyakit bebal akut yg demikian itu diakibatkan virus T (bukan virus T yg ada di Resident Evil loh ya.. :D )

  2. mystic88 Says:

    Hehehe.. bro imo, d sini saya cm share mengenai pengalaman saya menghadapi org bebal d sekitar saya. Emg sifat na gak sampe destruktif spt ‘itu tuh..’ cuma emg cara paling ampuh ya cm bisa jadi ‘tong sampah’ sampe mereka sadar sendiri bahwa yg mereka lakukan itu salah. Biarkan mrk yg tau sendiri, bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga dan mahal.

Leave a Reply